JEMBRANA – Dalam upaya mendalam untuk memetakan kesehatan ekosistem pesisir, Tim Divisi Biologi dari Program United Board Universitas Dhyana Pura (Undhira) melaksanakan kegiatan pengambilan sampel (sampling) penelitian di kawasan mangrove Desa Budeng, Jembrana, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek strategis dalam membangun ketahanan iklim dan pelestarian lingkungan berbasis data ilmiah.
Eksplorasi Sampel Biotik dan Abiotik
Tim peneliti melakukan pengambilan sampel yang komprehensif untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi lingkungan di habitat mangrove. Sampel yang dikumpulkan meliputi berbagai komponen vegetasi seperti daun, bunga, dan buah mangrove. Selain itu, tim juga mengambil sampel biota air berupa kepiting dan ikan yang menjadi indikator penting dalam rantai makanan di ekosistem tersebut.
Tidak hanya fokus pada makhluk hidup, tim juga mengambil sampel endapan (sedimen) dan air mangrove untuk melihat pengaruh faktor lingkungan abiotik terhadap keberlangsungan ekosistem di kawasan Budeng.
Analisis Laboratorium yang Komprehensif
Seluruh sampel yang telah dikumpulkan akan melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat. Fokus pengujian mencakup tiga parameter krusial bagi keamanan lingkungan, yaitu:
- Mikrobiologi:Untuk melihat keberadaan bakteri dan profil mikroba di lingkungan mangrove.
- Logam Berat:Mengidentifikasi tingkat kontaminasi zat kimia berbahaya yang dapat terakumulasi dalam jaringan biota dan tumbuhan.
- Mikroplastik:Mendeteksi sebaran partikel plastik halus yang kini menjadi ancaman global bagi ekosistem laut.
Inovasi Pangan Berbasis Mangrove
Selain aspek pemantauan lingkungan, penelitian ini juga memiliki dimensi pemberdayaan melalui pengujian pembuatan pangan. Bagian dari tanaman mangrove yang diambil akan diteliti lebih lanjut potensinya untuk diolah menjadi produk pangan fungsional yang aman dan bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Peneliti menegaskan bahwa kepastian aspek keamanan pangan dari paparan logam berat dan mikroplastik, serta cemaran mikroba menjadi prioritas utama sebelum produk olahan mangrove tersebut diperkenalkan kepada masyarakat.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan mangrove, sekaligus mengoptimalkan potensinya untuk mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan tanpa merusak alam.






