BADUNG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Dhyana Pura (Undhira) menggelar rapat koordinasi awal persiapan program internasional United Board pada Kamis, 15 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang LPPM Undhira ini menjadi tonggak awal pelaksanaan proyek bertajuk “Building Climate Resilience through Mangrove Conservation and Alternative Livelihoods.”
Program yang didanai melalui skema The United Board Faculty Scholarship Program ini dirancang untuk berjalan selama periode 2026-2027, dengan lokasi fokus di Ekowisata Mangrove Desa Budeng, Jembrana, Bali, melalui kolaborasi erat bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Mertha.
Penyusunan Struktur dan Legalitas Tim
Salah satu poin utama dalam pembahasan rapat kali ini adalah penyusunan Surat Keputusan (SK) Tim Pelaksana. Langkah ini diambil untuk memastikan pembagian tugas yang jelas serta legalitas kerja bagi para dosen dan staf yang terlibat dalam proyek lintas tahun ini. Struktur tim dirancang secara multidisiplin agar mampu menangani aspek ekologi mangrove sekaligus pengembangan ekonomi alternatif bagi masyarakat lokal secara komprehensif.
Agenda Survey dan Pemetaan Lapangan
Selain penguatan internal, rapat juga menetapkan jadwal pelaksanaan survey awal ke Desa Budeng, Jembrana. Survey ini bertujuan untuk:
- Melakukan pemetaan kondisi terkini ekosistem mangrove di wilayah Ekowisata Budeng.
- Mengidentifikasi potensi mata pencaharian alternatif yang relevan dengan kebutuhan kelompok KTH Wana Mertha.
- Membangun komunikasi awal dengan pemangku kepentingan lokal guna menjamin keberlanjutan program.
Target Pelaksanaan 2026
LPPM Undhira menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data awal dan soliditas tim. Proyek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik berupa publikasi internasional, tetapi juga memberikan dampak ekologis yang signifikan dalam menghadapi perubahan iklim di pesisir Bali Barat.
Dinyatakan oleh perwakilan tim pelaksana bahwa koordinasi awal tersebut sangat krusial karena dilibatkannya mitra komunitas lokal dan pendanaan internasional. Selain itu, ditegaskan pula keinginan untuk memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari survei hingga implementasi, berjalan sesuai dengan roadmap yang telah disepakati bersama United Board.
Rapat ditutup dengan penandatanganan draf rencana kerja tahun pertama yang akan menjadi acuan bagi seluruh anggota tim dalam menjalankan aktivitas di lapangan sepanjang tahun 2026.






