JEMBRANA – Sebagai langkah awal implementasi program internasional, Universitas Dhyana Pura (Undhira) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan pengenalan program dan survei lokasi di Desa Budeng, Jembrana, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema The United Board Faculty Scholarship Program yang mengusung tema besar “Building Climate Resilience through Mangrove Conservation and Alternative Livelihoods.”
Program kolaboratif ini dirancang sebagai proyek berkelanjutan yang akan berjalan sepanjang tahun 2026 hingga 2027. Survei ini melibatkan tim akademisi yang fokus pada integrasi tiga pilar utama perguruan tinggi, yaitu penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berbasis pada isu lingkungan global.
Fokus pada Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan
Tujuan utama dari kunjungan lapangan ini adalah untuk memetakan kondisi ekosistem mangrove di wilayah Budeng serta mengidentifikasi potensi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat setempat. Hal ini sejalan dengan visi United Board untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui konservasi alam yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan dialog dengan komunitas lokal guna memastikan bahwa program yang akan dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga di pesisir Jembrana. Selain konservasi, program ini juga akan menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa dan dosen dalam menjalankan riset serta pembelajaran kontekstual mengenai ekosistem pesisir.
Integrasi Kurikulum dan Pemberdayaan
Beberapa poin strategis yang menjadi fokus dalam survei lokasi kali ini meliputi integrasi antara penelitian multidisiplin melalui pengambilan data awal berupa pemetaan jenis mangrove dan kondisi tambak di kawasan Budeng sebagai landasan kuat bagi studi ekosistem. Selain itu, program ini menekankan pada pengajaran berbasis proyek melalui perancangan modul ajar yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam aksi nyata pelestarian lingkungan di lapangan. Aspek pengabdian kepada masyarakat juga menjadi pilar utama, di mana tim akan melakukan pendampingan kepada warga setempat dalam mengolah potensi lokal di sekitar hutan mangrove guna menciptakan mata pencaharian alternatif tanpa merusak keseimbangan ekosistem yang ada.
Komitmen Jangka Panjang
Pihak LPPM Undhira menekankan bahwa terpilihnya Desa Budeng sebagai lokasi program United Board merupakan tanggung jawab besar dalam mendukung agenda iklim dunia. Melalui skema Faculty Scholarship Program ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dari para dosen yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian hutan mangrove di Bali Barat.
Survei lokasi ini diakhiri dengan koordinasi bersama perangkat desa setempat untuk menyusun jadwal implementasi program yang akan dimulai secara intensif pada semester mendatang. Dengan sinergi antara akademisi dan warga, Desa Budeng diharapkan mampu menjadi model percontohan desa tangguh iklim di masa depan.







